Sabtu, 12 Februari 2011

Asal Usul Nama-nama Hari dalam Bahasa Inggris

Monday - Berasal dari kata “Monandæg” dalam bahasa Inggris Kuno, yang berarti “the day of the moon”

Tuesday – Berasal dari kata “Tiwesdæg” dalam bahasa Inggris Kuno, yang berarti “the day of Tiw”

Wednesday – Berasal dari kata “Wodnesdæg” dlm bhs Ing Kuno, yang berarti “the day of Wodan”

Thursday – Berasal dari kata “Thuresdæg” dalaam bahasa Inggris Kuno, yang berarti “the day of thunder”

Friday – Berasal dari kata “Frigedæg” dlm bhs Ing Kuno, yang berarti “the day of Frigga”

Saturday – Berasal dari kata “Sætern(es)dæg” dlm bhs Ing Kuno, yang berarti “the day of Saturn”

Sunday – Berasal dari kata dlm “Sunnandæg” dlm bhs Ing Kuno, yang berarti “the day of the sun”

Hampir semua nama hari dlm bhs Ing (Monday, Thursday, Saturday, Sunday) mengacu pada fenomena alam yang terjadi di sekitar dan melekat pada benak orang-orang Inggris Kuno. beberapa nama hari lainnya (Tuesday, Wednesday, dan Friday) mencerminkan kepercayaan kuno mereka yang berpusatkan pada penyembahan dewa-dewi sebelum kehadiran agama Kristen di Eropa pada sekitar abad ke-2 Masehi.

Wodan dalam kata “Wednesday”, misalny, adalah nama dewa tertinggi dalam kepercayaan Inggris Kuno. ia menguasai angin, hujan, petir, dan kekuatan2 alam lainny. Frigga, istrinya, adalah dewi cinta dan namany diabadikan dlm kata “Friday”. Tiw, salah satu anak keturunan Wodan-Frigga, adalah dewa perang bangsa Inggris Kuno dan namany diabadikan dalam kata “Wednesday”.

Wodan, Frigga, dan Tiw sebenarny bukan hanya dewa-dewi bagi bangsa Inggris Kuno, tapi juga merupakan dewa-dewi bagi keseluruhan bangsa keturunan bangsa Germanic, yakni bangsa Jerman Kuno, Inggris Kuno, Belanda Kuno (Vries/Flemish), Norwegia Kuno, Swedia Kuno, dan Denmark Kuno (perlu diketahui bahwa ada 5 bangsa kuno utama pembentuk Eropa: Germanic, Romana, Slav, Celtic, dan Ural). Wodan dlm kepercayaan Inggris Kuno, misalny, dikenal juga sebagai Wotan dalam kepercayaan Jerman Kuno dan lebih dikenal sebagai Odin dalam kepercayaan Norwegia Kuno. Begitu pula Frigga dlm kepercayaan Inggris Kuno yang dikenal sebagai Freja dlm kepercayaan Vries/Flemish.

Kepercayaan kuno bangsa Germanic, yang berunsurkan Odin, Frigga, dan Tiw sebagai beberapa diantara sekian banyak nama dewa-dewi mereka, sebenarnya hampir sama dengan kepercayaan kuno yang dimiliki bangsa Slav, Celtic, Ural, Romana, Yunani, ataupun bangsa-bangsa kuno Eropa lainnya. Kepercayaan Yunani Kuno, misalnya, juga memiliki seorang dewa maha tinggi yang bernama Zeus (sepadan dengan Jupiter dalam kepercayaan Romana), yang beristrikan seorang dewi bernama Hera, dan beranakan diantaranya seorang dewa perang yang bernama Ares (sepadan dengan Mars dalam kepercayaan Romana).

Persamaan dalam bidang kepercayaan ini dapat menunjukkan bahwa, meskipun dalam dunia antropologi, bangsa Eropa modern dikatakan terbentuk oleh 5 bangsa kuno utama yang masuk secara bersamaan dan mulai mendiami benua Eropa pada sekitar Zaman Besi (Iron Age), namun ada kemungkinan bahwa 5 bangsa kuno utama ini, sebelum masuknya mereka ke benua Eropa, sebenarnya dulunya terdiri dari satu bangsa tunggal yang berdiam di suatu daerah yang sama.

Yang perlu kita ketahui adalah bahwa benua Eropa sendiri, sebelum dimasuki oleh 5 bangsa kuno utama, sebenarnya sudah memiliki penduduk aslinya sendiri (sama seperti Jepang dan bangsa Ainu-nya). Salah satu bangsa asli Eropa yang saya ketahui adalah Euskara yang lebih dikenal dengan Basque yang berdiam di selatan Spanyol. Dikarenakan perbedaan kultural dan linguistiknya yang signifikan dengan orang2 Spanyol di sekitarnya dan diskriminasi yang terus menerus dari pemerintah Spanyol, banyak dari orang2 Euskara ini yang kini melakukan kegiatan terorisme di Spanyol di bawah sebuah organisasi separatis yang sudah sangat terkenal di Eropa: ETA (Euskadi ta Askazuna).

Dari sekian banyak bangsa asli Eropa, Euskara hanyalah salah satu diantara sedikit yang mampu bertahan ketika bangsa Slav, Germanic, Ural, Celtic, dan Romana yang notabenenya non-Eropa masuk dan menduduki daerah Eropa. Bangsa-bangsa asli Eropa lainnya, umumnya, setelah invasi dan tekanan konstan selama berabad-abad, terhapus secara otomatis, baik secara etnisitas maupun linguistik dari benua Eropa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar